About Me

Foto saya
Seorang insan yang selalu berusaha menuju kesempurnaan dunia dan akhirat...

Rabu, 11 April 2012

Berbagi Ilmu

Open house SaPa ada seminarnya loh, salah satunya diisi oleh konseptor Sekolahalam Palembang (SaPa), yaitu Bapak Yuwono, M.D., PhD yang juga salah seorang dosen di FK Unsri Palembang.
Saat ini aku ingin membagi ilmu yang didapat saat seminar berlangsung…. Mudah-mudahan ini bermanfaat untuk kita semua ^_^

Sekolah Peradaban

Peradapan atau budaya adalah karsa (kehendak) dan karya manusia sebagai wujud eksistensi dan perannya (misi) di muka bumi. Peradaban terlihat dan dirasakan dari kemakmuran kehidupan dan kesejahteraan batin. Misi manusia adalah menjadi khalifah yaitu beribadah hanya pada Allah dan memakmurkan kehidupan di bumi. Misi besar ini dapat dicapai jika kita memahami cara kita beribadah kepada Allah dan cara kita mengelola bumi. Cara beribadah pada Allah dibimbing oleh para Rasul yang membawa risalah sekaligus keteladanan. Sedangkan cara mengelola bumi telah ditetapkan hokum atau aturannya oleh Allah sebagai law of nature atau sunnatullah fil kaun. Untuk memahami dan melaksanakan kedua misi tersebut manusia dibekali potensi dan disediakan sarana dan fasilitas yang lengkap. Potensi utama yang disebutkan di Alquran adalah sam’a, abshoro dan af’ida atau pendengaran, penglihatan dan hati. Pendengaran dan penglihatan adalah reseptor utama yang menangkap sinyal atau tanda atau ayat Allah yaitu ayat qawliyah dan ayat kauniyah. Hati adalah decision maker yang memutuskan apa yang akan dijalani manusia. Dalam keadaan pendengaran dan penglihatan secara fisik terganggu atau rusak misalnya tuli dan buta maka hati dapat berfungsi sekaligus sebagai ketiga potensi. Sarana dan fasilitas yang disediakan Allah meliputi jasad kita, bumi dan segala isinya, langit dan atmosfer.

Pendidikan adalah upaya menumbuhkan dan mengembangkan serta menjaga potensi manusia tersebut. Upaya ini diawali dengan identifikasi potensi kemudian menumbuhkan, mengembangkan dan senantiasa menjaganya. Untuk itu dibutuhkan satu hal yaitu ilmu pengetahuan. Sungguh besar karunia Allah karena kemuliaan Bani Adam adalah karena kita diberi ilmu yang malaikat sekalipun tidak diberi. Ilmu adalah pengetahuan yang sistematis dan spesifik sedangkan pengetahuan atau wawasan adalah tahu atau mengenal fenomena atau wujud sesuatu. Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi semua mukmin dan berlaku sejak ayunan hingga liang kubur. Inilah yang dimaksud “bersekolah” yaitu menuntut ilmu. Sekolah adalah tempat untuk menuntut ilmu, bisa dimanapun dan kapanpun. Sekolah formal atau non formal yang kita jalani hingga usia tertentu hanyalah salah satu wahana. Sekolah sejatinya adalah kehidupan ini. Kehidupan yang kita jalani mengandung makna hidup (bergerak), survive, tumbuh, berkembang, terpelihara, bermanfaat, berinteraksi, saling membutuhkan dan bersiklus. Sekolah kehidupan inilah yang dimaksud sekolah peradaban.
Secara komunal atau berjamaah kita berupaya untuk berkumpul dan bekerjasama, tolong-menolong mewujudkan wahana sekolah peradaban ini. Pada tahap balita wujud sekolah peradaban didominasi pendidikan di rumah (keluarga) yang diintroduksi lingkungan sekitar. Pada usia sekolah (6-12 tahun), sekolah dasar mendominasi dan didampingi pendidikan rumah (keluarga). Pada usia remaja (13-18 tahun), sekolah menengah mendominasi, didukung pendidikan keluarga dan interaksi social. Pada usia dewasa (18 tahun keatas) pendidikan didominasi universitas/institute, didukung keluarga dan peran nyata peserta didik dalam kehhidupan (bekerja dan berkarya).

Hal utama yang perlu diketahui setiap kita khususnya orang tua dalam mendidik anak adalah memahami potesi dan kecenderungan mereka serta memilihkan tempat dan metode yang tepat untuk mereka. Sekolahalam Palembang (SaPa) adalah salah satu ijtihad dalam rangka mewujudkan wahana mendidik anak sejak usia taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah dan universitas maestro. Pendidikan SaPa menjadi tanggungjawab utama orang tua. Sekolah memposisikan diri sebagai patner yang memfasilitasi proses belajar mengajar dan mengisi kekurangan orang tua. Pendekatan dibuat dengan filosifi komprehensif, holistic dan integrative dalam model spider web. Alam dipilih sebagai tempat belajar sekaligus sumber belajar karena pendekatan tersebut membutuhkan suasana dan stimuli yang alami agar anak mencapai kompetensi tertentu yang sesuai dengan keistimewaan mereka.

Mudah-mudahan ini bermanfaat untuk kita semua.... 

 
Anak-anak SaPa

Tidak ada komentar: